Welkam

Selamat Datang di maygunrifanto.blogspot.com
Menyajikan Metode kerja Bangunan- Gambar kerja (Shop Drawing)- Menerima Pesanan Gambar

Sabtu, 09 April 2011

Merencanakan Tangga Yang Nyaman

Tangga Yang Nyaman adalah apabila pemakai tidak merasa sulit dan lelah saat menggunakannya. Karena dalam merencanakan tangga, perhatikan dulu siapa yang menggunakan tangga; apakah mereka anak –anak, seorang dewasa atau orang lanjut usia. Intinya, siapapun yang menggunakan tangga, mereka harus merasa nyaman.
Untuk memberikan rasa nyaman ketika menaiki tangga, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat perencanaannya, seperti :
  1. Tinggi dan ukuran anak (pijakan) tangga
  2. Kemiringan (kecuraman)
  3. Penggunaan pagar tangga (railing & bluster)
  4. Penggunaan borders
  5. Material anti slip, dan
  6. Pencahayaan pada ruang tangga
1. Anak Tangga
Istilah yang bisa dipakai dalam membuat tangga adalah ukuran “tinggi” dan “lebar” akan tangga. Yang dimaksud dengan lebar anak tangga adalah ukuran area pada anak tangga dimana kaki menjejak di atasnya. Sedangkan tinggi anak tangga adalah perbedaan tinggi antara satu anak tangga dengan anak tangga lainnya.
Untuk mencapai tingkat kenyamanan yang ideal, ukuran lebar anak tangga pada rumah tinggal 20 – 33 cm, sementara tinggi anak tangga antara 15 – 18 cm.

Cara menghitung dan menentukan Jumlah anak tangga dengan rumus yang berlaku pada anak tangga (undak-undak) adalah : 2t + l = 60-65 cm, t = tinggi anak tangga (tinggi tanjakan (Optrede) sedangkan l = lebar anak tangga (lebar injakan = aantrede)
Rumus diatas didasarkan pada satu langka arah datar idealnya antara 60-65 cm, sedangkan untuk melangkah naik perlu tenaga 2 kali lebih besar daripada melangkah datar.
Misalnya selisih tinggi lantai adalah 320 cm.

Contoh Perhitungan :
  • t = 16 cm dan l = 26 cm Jika rumus di masukan yakni 2t + l = (2.16) + 26 = 58 cm mengacu pada rumus yang berlaku bahwa idealnya 60-65 cm maka sesuai hasilnya, ini terlalu landai.
  • Jika di coba dengan ukuran t =20 dan l = 28 2t + l = (2.20) + 28 = 68 cm. Angka 68 lebih besar dari 65 maka hasilnya, ini terlalu curam.
  • Jika di coba dengan ukuran t = 18 dan l = 28 2t + l = (2.18) + 28 = 64 cm Nah, Angka 64 masuk dalam rentang ideal yakni 60-65 cm berarti inilah ukuran ideal yang akan di pakai.
  • Setelah menemukan angka yang ideal, maka jumlah anak tangga yang di sarankan adalah (320 / 18) -1 = 17,778 - 1 = 16,778 buah anak tangga.
  • Jumlah anak tangga yang di bulatkan keatas menjadi 17 buah. Selisih beda tinggi anak tanggadi bagi merata 320 / t-1 = 17,778 cm. Mengingat selisih tinggi kurang dari 1 cm, tidak akan terasa, maka beda tinggi anak tangga di letakan pada satu anak tangga yang paling bawah atau paling atas. 
Adapun Design Tangga bisa kita rencanakan menurut selera, tentunya juga harus menghitung kemampuan struktur, model dan biaya. berikut contoh desain tangga :








2. Kemiringan
Ukuran tinggi dan lebar anak tangga mempengaruhi kecuraman sebuah tangga. Semakin besar tinggi anak tangga, akan semakin curam tangga tersebut. Sedangkan jika Anda ingin tangga yang landai, maka lebar tangga harus besar.
Ketinggian setiap anak tangga juga harus tepat sama dari yang paling bawah sampai yang paling atas. Jika satu anak tangga saja berbeda ukurannya, akan terasa canggung bagi yang melewatinya karena seseorang biasanya selalu melangkah dengan irama yang sama.

3. Pagar dan Pegangan Tangga


Ada yang mengatakan pagar dan pegangan tangga (railing) tidak diperlukan, asal tingkat kenyamanan dan keamanan cukup tinggi. Artinya, aspek kenyamanan dititikberatkan pada pengaturan ukuran lebar dan tinggi anak tangga. Namun, demi keamanan, terutama jika memiliki anggota keluarga yang masih kecil, railing tetap dipergunakan.
Sedangkan tiang pada pagar tangga (baluster) berfungsi sebagai pengaman. Dengan adanya baluster, orang akan terhindar dari resiko terjatuh saat menaiki atau menuruni tangga. Oleh karenanya baluster harus dibuat cukup rapat, tinggi 90 – 100 cm, dan tidak menghasilkan bagian yang tajam, agar anak -anak tidak terluka bila harus berpengaruh pada bluster.

4. Bordes


Untuk memberikan kenyamanan, ada pula aturan baku bagi pembuatan tangga. Setiap ketinggian maksimum 12 anak tangga (setinggi 1,5 – 2m) harus dibuat bordes (landing), yaitu suatu platform datar yang cukup luas untuk melangkah secara horizontal sebanyak kurang lebih tiga atau empat langkah sebelum mendaki ke anak tangga berikutnya.
Setiap ketinggian maksimum 12 anak tangga (setinggi 1,5 – 2 m) harus dibuat bordes (landing)..

5. Anti Slip (step nosing)


Bahaya yang sering mengintai saat orang menggunakan tangga adalah tergelincir (slip), biasanya terjadi pada ujung siku anak tangga. Untuk mencegah hal ini, dikenal produk nosing (kadang disebut step nosing) yang fungsinya membuat ujung siku anak tangga lebih kasar.
Step nosing ada yang terbuat dari karet, aluminium, atau keramik. Permukaannya bergerigi agar langkah pemakai terhenti pada ujung tangga dan tidak terpeleset. Step nosing dari bahan keramik dipasang saat memasang ubin keramik di anak tangga beton. Caranya, pada bagian ujung siku disisakan celah yang belum tertutup keramik. Pada bagian tepi inilah dipasang nosing dari keramik.
Pemasangan nosing berbahan lain, seperti karet atau aluminium, dilakukan setelah anak tangga jadi. Caranya, nosing disekrupkan pada anak tangga. Beberapa gedung pertunjukan yang ruangannya gelap, seperti bioskop dan teater, bahkan memanfaatkan nosing sebagai pemandu langkah saat orang menaiki tangga. Nosing ini menggunakan bahanfluorescent yang mampu menyala dalam gelap.

6. Pencahayaan


Pencahayaan termasuk faktor penting yang patut dicermati saat merancang tangga. Pencahayaan pada area tangga, selain akan membuat penampilan tangga lebih terlihat, juga membantu para pengguna lebih merasa aman dan nyaman terutama pada malam hari. Bukanlah tidak lucu jika ada orang yang jatuh hanya karena kurangnya cahaya pada sekitar area tangga?
Pencahayaan pada siang hari sebaiknya memanfaatkan cahaya alami. Oleh karena itu area tangga harus diberi bukaan yang cukup sehingga memungkinkan cahaya matahari masuk dan menerangi area ini.
Pada malam hari, pencahayaan sepenuhnya bersumber pada lampu. Pemasangan lampu pada area tangga, selain mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan, perlu diperhatikan aspek estetika. Sehingga tampilan tangga menjadi lebih bagus.
Lampu untuk menerangi area tangga bisa dipasang di plafon, di atas tangga atau dibawah tangga. Sekitar lampu (tombol on/off) sebaiknya dipasang pada dinding lantai bawah dan lantai di atas dan dihubungkan secara paralel. Cara ini untuk memudahkan pemakai tangga untuk mematikan dan menyalakan lampu saat akan naik maupun turun dari tangga.

Jenis lampu pada area tangga sebaiknya dipilih lampu yang memancarkan cahaya berwarna hangat agar atmosfer di dalam rumah benar-benar terasa akrab dan ramah. Lampu-lampu yang memberikan cahaya berwarna hangat adalah kuning atau jingga atau yang mendekati warna cahaya alami.

Berikut Contoh Gambar Kerja Tangga :







  • dari berbagai sumber

Jumat, 08 April 2011

Menghitung Volume Beton Bertulang

Perumpamaan saya mempunyai balok dengan ukuran 30/50cm dengan panjang 5 meter, dengan tulangan yang saya rencanakan adalah 3D16 (tulangan atas) dan 2D16 (tulangan bawah), serta beugel/sengkangnya adalah Ø8 jarak 15 cm (Ø8-150), penutup beton direncanakan 5 cm
Pertanyaannya adalah :
1.    Hitunglah kebutuhan tulangan utama ?
2.    Hitunglah kebutuhan tulangan sengkang/beugel ?
3.    Hitunglah Berat besi per meter3  beton ?

Tabel Berat Jenis tulangan besi beton


Jawab :
1.   Tulangan utama = 3D16 + 2D16 = 5D16 ( D16 dengan jumlah 5 buah ), karena panjang baloknya adalah 5m, maka volume besi tulangan D16 adalah 5D16 x 5m’ = 25 m’.
-      Besi yang dipakai adalah besi KS (krakatau Steel), jadi panjang yang didapat adalah betul-betul panjang yang standard yaitu = 12 m, sehingga kebutuhan besinya adalah 25/12 = 2.083 lonjor
-      Berat per meter’ besi D16 = 0.006165 x 162  x 1 = 1.574 kg
-      Total berat besi = 1.574 kg x 25 = 39.36 kg
-      Jadi kebutuhan tulangan utama adalah 2.083 lonjor ( berat = 39.36 kg)
2.   Panjang sengkang sisi horizontal = 30 cm – lebar penutup beton kiri – lebar penutup beton kanan = 30 cm – 5 cm – 5 cm = 20 cm
-      Panjang sengkang sisi vertikal = 50 cm – lebar penutup beton atas – lebar penutup beton bawah   = 50 cm – 5 cm – 5 cm = 40 cm
-      Bengkokan sengkang = 5 cm + 5 cm = 10 cm
-      Panjang satu buah sengkang adalah = 40 cm + 20 cm + 40 cm + 20 cm + 10 cm = 130 cm = 1.3 m
-      kebutuhan besi sengkang per 5m panjang balok dengan jarak tiap sengkang = 15 cm = 0.15 m adalah = (5m / 0.15m)  = 33.33 buah
-      Kebutuhan total besi sengkang per 5m panjang balok = 33.33 x 1.3 m = 43.33 m’
-      Besi yang dipakai adalah besi full ( panjang dipasaran biasanya = 11.7 m), jadi kebutuhannya adalah = 43.33 m / 11.7 m = 3.7 lonjor………….. ( 4 lonjor)   
-      Berat 1 lonjor dari besi Ø8 = 0.006165 x 82 x 11.7 = 4.616 kg, maka jika yang dibutuhkan 4 lonjor, maka beratnya = 4.614 kg x 4 = 18.46 kg
-      Jadi kebutuhan tulangan sengkangnya adalah 4 lonjor ( berat = 18.46 kg ) 
3.   Berat besi per meter2 beton adalah :
-      Berat besi D16 = 39.36 kg
-      Berat besi sengkang = 18.46 kg
-      Volume beton = (0.3 x 0.5) x 5 m = 0.75 m3
-      Berat besi D16 per m3 = 39.36 / 0.75 = 52.48 kg/m3
-      Berat besi sengkang Ø8  per m3 = 18.46 / 0.75 = 24.61 kg/m3
-      Total berat besi secara keseluruhan = 52.48 kg/m3 + 24.61 kg/m3 = 77.09 kg/m3
-      Berat besi per m3 beton (dalam prosentase) adalah = (77.09 kg / 7850 kg/m3) x 100% = 0.98 %……….(catatan : 7850 kg/m3 = berat jenis besi)
sigmat

Besi Beton

 Catatan :
-      Dalam perdagangan di toko-toko bahan bangunan atau material, terdapat bermacam-macam istilah besi untuk pembesian (tulangan beton), diantaranya adalah besi KS (Krakatau Steel), Besi full, besi banci, dan sebagainya.
-      Besi KS adalah besi dengan diameter utuh dan panjang standard. Misalnya besi KS diameter 22 mm, bila diukur dengan menggunakan alat ukur sigmat (mistar sorong yang merupakan alat ukur ketebalan dengan ketelitian hingga 0.01 mm) maka akan diperoleh diameter 22 mm dan panjang 12 m (panjang standard) sehingga tidak berkurang atau sama dengan yang disebutkan.
-      Besi full adalah besi dengan diameter penuh sesuai diameter besi yang disebutkan. Misalnya, besi 16 mm tetap memiliki ketebalan dengan dengan diameter 16 mm, tetapi panjangnya terkadang ada yang kurang dari standard 12 m (umumnya hanya 11.7 m)
-      Besi banci adalah besi yang tidak sesuai dengan ukuran dan diameter dan panjangnya itu sendiri, misalnya, besi diameter 12 mm yang bila diukur dengan mistar sorong, hanya diperoleh 10.5 mm, dan panjangnya pun hanya 11 m



Cara Install Windows7

Nah sekarang saya coba kasih tau caranya install windows seven (7) tahap demi tahap ya… oya instalasi windows seven (7) hampir sama kayak instalasi windows vista, pastinya lebih sederhana ketimbang instalasi windows xp ke bawah solanya tidak ada pertanyaan2 di tengah2 instalasi, setingan2 zona waktu dll dilakukansetelah proses instalasi selesai. gak kayak pas install windows xp kebawah yang ada di tengah2 yang lumayan mengganggu karena proses instalasi harus di tongkrongin, gak bisa ditinggal terus selese gitu.
Ok langsung aja ya
  • Sediakan komputer yang memenuhi syarat untuk bisa di install windows seven (7) kalo mau nyaman minimal dual core dengan memory 1GB
  • DVD instalasi Windows Seven (7)
  • Bensin 1 liter
  • Siramkan bensin ke komputer kemudian bakar!!! Hahaha… becanda brader…
  • Atur agar komputer booting dari dvd, pengaturan dilakukan lewat bios, bisanya tekan delete atau f2 ketika komputer baru dinyalakan pilih setingan booting kemudian pilih dvd rom menjadi urutan pertama. simpan konfigurasi bios dengan cara menekan f10.
  • Masukkan DVD Instalasi
  • Pencet sembarang tombol jika sudah ada pertanyaan apakan ingin boot dari cd or dvd
  • Muncul tampilan seperti dibawah
  • Selanjutnya muncul tampilan seperti di bawah, langsung saja klik next
  • Jangan bengong brader… klik Install Now
  • Kalo sempet ya silahkan di baca2 dulu (hampir tidak ada yang pernah baca loh), langsung centang juga gak apa-apa kok ga ada yang marah, terus next
  • Karena kita sedang melakukan clean install maka pilih yang Custom (advanced)
  • Pilih partisi yang akan dipakai untuk menginstal windows seven (7), contoh di bawah hardisk belum di bagi2 kedalam beberapa partisi, jika ingin membagi kedalam beberapa partisi sebelum proses instalasi pilih Drive options (advanced) disitu kita bisa membuat, menghapus dan meresize partisi. tapi dari pada bingun untuk yang pertama kali instalasi windows mending langsung pilih next saja, toh pembagian partisi bisa dilakukan setelah proses instalasi selesai.

  • Proses instalasi dimulai brader… di tinggal juga boleh, memakan beberapa puluh menit tergantung spesifikasi komputer brader, katanya sih udah ada yang nyoba instal di komputer pentium 2 dan memakan waktu belasan jam!! haha… kalo komputer baru kurang dari sejam kok
  • Setelah proses di atas selese komputer akan otomatis restart sendiri. kemudian muncul seperti dibawah.
  • Ketikkan nama user dan nama komputer, terserah apa aja, misal nama brader sendiri
  • Kemudian bikin password biar komputer brader aman, tulis 2x dan harus sama, kemudian password hint diisi dengan clue kalo misalnya brader lupa ama passwornya. gak di isi juga gak apa apa.
  • Masukkan Windows Product key, biasanya ada di paket dvd intalasi nya. kalo misalnya brader gak punya poduct key nya di kosongin aja, brader diberi kesempatan mencoba windows 7 selama 30 hari
  • Selanjutnya brader disuruh memilih setingan apakah windows akan otomatis meng update sendiri ato tidak, pilih suka2 brader aja ya. Kalo bukan asli ya mending ask me later (x)
  • Kemudian setingan time zone sesuaikan dengan tempat tinggal brader
  • Selesai deh brader… install driver2 hardware komputer agar windows berjalan secara maksimal, seperti driver vga, audio, chipset, network, bluetooth dan lain2. Sgerr kan tampilannya… hehe. slamat mencoba brader…
  • Jangan Lupa Install ini juga sebagai Crack nya 






Senin, 04 April 2011

Menghitung Kebutuhan Bahan Bangunan

Merencanakan Bangunan Rumah

Merencanakan sesuatu hal apalagi membangun sebuah rumah atau bangunan untuk di huni atau di infestasikan dimasa depan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, untuk itu diperlukan perhitungan yang teliti, baik biaya pembuatannya, kebutuhan materialnya, dan lain lain.


sehingga dapat menekan biaya pembuatan rumah dan mencegah terjadinya pemborosan biaya
Sering dijumpai bangunan rumah yang terbengkalai dan tidak terselesaikan. salah satu sebab tidak terbengkalaikannya bangunan itu adalah akibat perencanaan yang kurang matang baik dari segi tidak adanya gambar kerja, biaya yang tidak diperhitungkan, pemborosan material bahan bangunan dan lain lain. untuk mengantisipasi kejadian tersebut adalah salah satunya memahami hal hal yang berkaitan dengan bangunan rumah, misalnya cara menghitung volume bangunan dan kebutuhan yang digunakan untuk bangunan tersebut berikut harga harganya. dengan itu kita bisa merencanakan kemampuan kita untuk menyelesaikan bangunan tersebut sesuai dengan biaya yang tersedia.
Merencanakan Anggaran Biaya Bangunan

Sket Denah Rumah
Dalam ilmu teknik bangunan , biasanya menghitung kebutuhan bahan bangunan (material) menggunakan analisis pekerjaan yang terdiri dan kebutuhan bahan bangunan dan upah pekerjaan. Setelah dihitung harga satuan pekerjaan, disusunlah RAB (rencana anggaran biaya). 


Ilmu dasar penghitungan kebutuhan bahan bangunan adalah ilmu matematika dengan menggunakan rumus-rumus dasar luas atau volume dan kecermatan menggunakan gambar atau kemampuan menganalisis konsep jika tidak ada gambarnya. Lebih mudah lagi jika konsep tersebut dibuat gambar sketsa, lalu diberi ukuran. Bidang-bidang yang telah ada ukuran tersebut akan memudahkan penghitungan luas penampang atau volume pekerjaan sehingga akan didapat kebutuhan bahan material. 

Koefisien-koefisien untuk menghitung kebutuhan jumlah bahan bangunan dalam buku mi diambil dan pengalaman penulis. Untuk pekerjaan praktis, koefisien ini sangat berguna bila diterapkan dalam penghitungan sehari-hari.


A. Penghitungan Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Ada beberapa cara untuk menghitung volume setiap jenis pekerjaan.Cara penghitungan tersebut adalah sebagal berikut.


  1. Penghitungan volume pekerjaan yang mempunyai luas dan ketebalan atau mempunyai penampang dan panjang menggunakan satuan m3, misalnya pasangan batu kali, pasangan batu bata (bisa juga m2), kuda-kuda, dan kusen.
  2. Penghitungan volume pekerjaan yang hanya mempunyai luas dan ketebalan yang relatif tipis menggunakan satuan m2, misalnya plesteran, pasangan lantal, pasangan plafon, pasangan atap, dan pengecatan.
  3. Penghitungan volume pekerjaan yang sifatnya dominan memanjang menggunakan satuan m1 atau meter Ian, misalnya lisplank, lisplafon, instalasi pipa atau kabel, dan nok genteng.
  4. Penghitungan volume bahan-bahan satuan menggunakan satuan ukuran buah (bh), misalnya lampu, sakiar, stop kontak, kunci, engsel, kloset, wastafel, dan kran air.
  5. Penghitungan volume bahan satuan yang terdiri dan beberapa komponen bahan yang dirakit menjadi satu menggunakan satuan unit, misalnya panel listrik dan meja dapur atau cud.


B. Penghitungan Berdasarkan Gambar 



Selain untuk menunjukkan bentuk bangunan beserta sarananya, gambar bangunan juga dimanfaatkan untuk menghitung kebutuhan bahan bangunan. Gambar yang dimaksud adalah gambar denah, gambar tampak, gambar potongan, gambar detail, serta gambar instalasi listrik, dan gambar instalasi pipa.


1. Gambar denah 

Gambar denah menggambarkan bentuk bangunan yang dilihat dan atas. Biasanya gambar denah menggambarkan bagian bangunan secara utuh. Selain itu juga bisa digambarkan setiap bagian bangunan, misalnya denah atap, denah pondasi, dan sebagainya. Berikut volume material yang dapat dihitung berdasarkan gambar denah.


a) Volume galian tanah (diukur panjangnya) 
b) Volume pondasi pasangan batu belah (diukur panjangnya) 
c) Volume stool beton (diukur panjangnya) 
d) Volume kolom beton atau tiang kayu (dihitung jumlahnya) 
e) Volume pasangan bata (dihitung panjangnya) 
f) Jumlah pintu, jendela, angin-angin, dan asesorinya 
g) Luas lantai dan plafon 
h) Jumlah peralatan sanitasi air (kioset, wastafel, bak, kran, dan lain-lain). 



Gambar denah. Menggambarkan isi material dalam. 

2. Gambar tampak

Gambar tampak menggambarkan tampak bangunan baik dan depan, samping, maupun belakang. Dan gambar mi dapat dihitung ketinggian bangunan, bentuk atap, kusen, pintu, jendela, angin-angin (rooster), dan lain-lain, antara lain sebagai berikut.


a) Luas bidang dinding bagian luar, plesteran, dan pengecatan (setelah dikurangi luas bidang pintu danjendela) 
b) Panjang lisplank dan nok 
c) Luas atap 
d) Macam-macam bentukatau desain pintu dan jendela.





Gambar Tampak Menggambarkan Fasad atau finish Luar

3. Gambar potongan 

Gambar potongan menggambarkan bangunan berdiri atau dilihat dan tampak seoIah-oah dipotong sesuai ketinggian agar dapat digambarkan bagian dalam bangunan yang tidak bisa dilihat dari luar. Gambar ini dapat dihitung ketinggian bangunan, bentuk atap, kusen pintu, jendela, dan am-lain. Dan gambar potongan bangunan tersebut dapat dihitung.


a) Luas dinding bagman dalam, termasuk plesteran, dan cat 
b) Luas dan macam pintu serta jendela 
c) Panjang kebutuhan kuda-kuda kayu 
d) Ketinggian bangunan 


Gambar Potongan Menggambarkan isi material dalam

4. Gambar detail 

Gambar detail menggambarkan secara khusus bagian-bagian yang dianggap penting dan perlu diperjelas. Gambar ini biasanya berskala besar agar terlihat jelas kekhususannya dan tampak melintang sehingga memudahkan penghitungan dan pelaksanaannya. Dan gambar detail kusen ml dapat dihitung volume kayu kusen, penampang, luas kaca, pengecatan kusen, daun pintu, dan daun jendela.


Bangun Rumah, Renovasi Rumah, Desain Interior

5. Gambar instalasi listrik 

Gambar instalasi listrik menggambarkan jaringan kabel listrik atau jaringan pipa berikut pembagian grupnya. Dan gambar instalasi listrik tersebut dapat dihitung jumlah saklar, stop kontak, uiting lampu, panjang kabel, dan lain-lain.


6. Gambar instalasi pipa air 

Gambar instalasi pipa air menggambarkan jaringan pipa balk pipa air bersih maupun air kotor berikut pembagian grupnya. Dan gambar denah instalasi pipa air bisa dihitung hal-hal berikut.


a) Panjang pipa untuk air bersih dan air kotor 
b) Sambungan L1T, kran, dan lem 
c) Alat-alat sanitair

Sumber : 

  • Griya Kreasi
  • Gambar dan Foto oleh maygunrifanto